Selasa, 29 Desember 2015

Galleri Foto : Kunjungan Mahasiswa Civic Hukum Kelas III A UMM ke Pengadilan Negeri Malang dalam Rangka Kegiatan Observasi


Mahasiswa civic hukum UMM kelas A angkatan 2014 mengadakan kunjungan dalam rangka untuk melakukan kegiatan observasi tugas mata kuliah hukum perdata dan acara pidana, yang bertempat di pengadilan negeri malang, hari selasa tanggal 8 desember 2015. Secara umum, agenda ini dilakukan agar mahasiswa mengetahui tata proses persidangan dan bagaimana cara mengajukan gugatan ke pengadilan.

Inti Kegiatan observasi ini adalah wawancara dan mengikuti jalannya proses persidangan

Sesi wawancara sendiri berlangsung di ruangan mediasi pengadilan negeri malang, hakim PN malang selaku narasumber menyambut kami dengan hangat dan ramah. Kegiatan wawancara berlangsung selama kurang lebih 20 menit, setelah wawancara kami melakukan sesi foto bersama.


Dokumentasi bersama narasumber wawancara yaitu Hakim PN Malang Ibu, Betsji Siske Manoe, SH.

Mahasiswa Civic hukum UMM berfoto di ruang mediasi PN malang

Mahasiswi berfoto di ruang mediasi setelah melakukan sesi wawancara

Sehubungan agenda kegiatan ini telah terlaksana dengan lancar dan sukses, maka kami segenap mahasiswa civic hukum kelas III A UMM mengucapkan terimakasih kepada pengadilan negeri malang serta Ibu, Betsji Siske Manoe, SH. karna telah menerima dan menyambut kami semua di pengadilan negeri malang.

Senin, 28 Desember 2015

Peranan Mahasiswa dalam Pengembalian Idiologi Bangsa


Bangsa Indonesia saat ini sudah melupakan falsafah negara yaitu pancasila. Nilai-nilai pancasila sudah memudar di masyarakat diakibatkan oleh pengaruh liberal/kapitalisme yang sudah kuat dan mengakar di negara Indonesia, bahkan di Indonesia sekarang lebih liberal dibandingkan dengan negara Amerika Serikat. Untuk itulah muncul wacana Indonesia harus kembali kepada ideologi negara yaitu pancasila. Sebagai bukti bahwa nilai-nilai pancasila mulai memudar di kalangan generasi muda adalah kasus tentang siswi SMP di Indonesia yang menghina dan melecehkan gurunya dengan berpose intimidatif yang mengancam, dan hendak memukul. Yang lebih parah siswi ini terlihat puas melakukan hal tersebut dengan ekspresi lepas. Jelas penampakan aksi yang memancing emosi.

Atas fakta itulah jelas pendidikan berasaskan panacasila sangat diperlukan dan disinilah peran serta guru PPkn sangat diperlukan untuk mendidik karakter siswa yang menyimpang tadi agar sesuai dengan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat dan pendidikan karakter yang bersaskan Pancasila harus menjadi fokus utama dalam pengembangan pembelajaran PPKn agar mencegah kerusakan moral dan etika generasi muda menjadi lebih parah lagi. Apabila generasi muda rusak maka rusaklah bangsa ini kedepan, maka dari itu tugas dari guru PPKn adalah mencegah hal itu terjadi. Selain tugas guru PPkn, kita sebagai mahasiswa jurusan PPKn bisa berperan aktif dalam upaya pengembalian Pancasila sebagai ideologi bangsa. Lantas bagaimana seharusnya kita sebagai mahasiswa civic hukum UMM bertindak dan apa peranan kita untuk pengembalian ideologi bangsa?

Pertama-tama adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga nilai-nilai Pancasila tidak luntur oleh pengaruh ideologi lain.

Langkah sederhana yang efektif dalam menjaga pancasila tidak luntur dalam masyarakat adalah dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, di lingkungan kos, kita bisa mengamalkan nilai-nilai pancasila di tempat kos dengan saling membantu teman yang kesusahan atau saling berbagi makanan. Saling membantu satu sama lain merupakan perwujudan dari butir-butir pancasila dari sila kedua yaitu mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Dengan mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa membuat orang lain ataupun teman meniru prilaku kita sehingga mereka ikut mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-harinya, yang nantinya bisa menjaga nilai-nilai Pancasila tetap ada. Hal tersebuat merupakan upaya sederhana untuk mengembalikan eksistensi pancasila sebagai ideologi bangsa.

Kedua adalah bisa memahami dan memaknai pancasila sebagai solusi problem bangsa serta memberi pemahaman mengenai nilai-nilai pancasila melalui kajian diskusi ringan bersama teman dekat baik itu teman kampus, teman organisasi, teman kos dan teman organisasi daerah yang tujuannya untuk mencegah penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Apabila kita bisa memahami dan memakanai pancasila sebagai solusi problem bangsa, saya yakin bisa mencegah aksi terorisme sehingga terorisme tidak akan terjadi di Indonesia. Terorisme di Indonesia terjadi akibat dari pengaruh globalisasi seperti internet yang menyebabkan ideologi-ideologi berbahaya akan mudah masuk kedalam pikiran generasi muda. Maka dari itu, sangat penting bagi generasi muda untuk meningkatkan pemahaman kita mengenaipPancasila.

Seperti yang kita tahu sasaran korban doktrin terorisme adalah generasi muda, kebanyakan para korbannya ini memiliki pengetahuan yang dangkal soal agama dan dia juga tidak bisa memahami dan memaknai butir-butir pancasila. Aksi terorisme jelas-jelas bertentangan dengan butir-butir pancasila sila ke 1 yang isinya mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta serta membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tetapi dikarenakan akibat dari pemahaman mengenai agama serta Pancasila dangkal membuat aksi terorisme rentan terjadi di Indonesia.

Menurut Analisa saya yang menyebabkan ideologi pancasila luntur di indonesia adalah kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai pancasila yang mengakibatkan kebanyakan orang tidak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan etika dan nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. kedua, adalah pengaruh dari globalisasi yang mengakibatkan ideologi lain yang jelas-jelas betentangan dengan pancasila seperti liberalisme masuk dengan mudahnya ke dalam seluk-beluk kehidupan masyarakat, pengaruh dari liberalisme yang paling terlihat adalah prilaku hedonis dan konsumtif yang telah menjadi gaya hidup sebagaian orang di Indonesia. Pengaruh liberalisme lainnya adalah pemilu dengan sistem voting yang jelas-jelas itu bertentangan dengan pancasila sila ke 4 yaitu lebih Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama bukan dengan voting.

Maka dari itu, sebagai mahasiswa civic hukum sudah sewajarnya kita harus berperan aktif dalam pengembalian idiologi bangsa dan ikut melestarikan pancasila agar tidak digantikan dengan ideologi lain yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa indonesia. Selain itu, sebagai warga negara yang baik kita harus bisa memahami dan memakanai pancasila secara benar, meskipun Pancasila dibacakan setiap senin pagi saat upacara tapi kebanyakan orang tidak bisa memahami dan mengaplikasikannya kedalam kehidupan bermasyarakat, apabila pancasila bisa dimplementasikan, maka saya yakin negara Indonesia akan dapat mewujudkan sebuah negara yang menjunjung tinggi rasa keadilan, persatuan dan kesatuan.

Minggu, 06 Desember 2015

Galleri Foto Agenda Penutupan Kajur Cup Jurusan Civic Hukum Tahun 2015

Acara Penutupan Kajur Cup yang dilaksanakan hari Jumat 4 desember 2015 yang dilaksanakan di aula masjid lantai 2 berlangsung lancar, kegiatan penutupan ini langsung dihadiri oleh bapak Dr.Agustinus M.Pd. selaku ketua jurusan PPKn/Civic Hukum.

Agenda inti dari  kegiatan ini adalah penyerahan sertifikat kepada setiap pemenang lomba  yang diberikan langsung oleh ketua pelaksana kegiatan kajur cup sahabat Aditya Loka W.

Berikut galleri foto penyerahan sertifikat kepada kepada setiap juara di semua bidang lomba :


Foto Panitia-panitia kegiatan kajur cup yang telah bekerja keras sehingga agenda kegiatan kajur cup berjalan lancar :





Ahamdulilah ,,, kegiatan kajur cup berjalan lancar, biarpun banyak rintangan dan halangan mendatangi kita, saya harap kita tetap semakin solid, terima kasih kepada kawan kawan yang sudag membantu berjalan kegiatan ini dan saya sebagai penulis mengucapkan selamat kepada peserta yang menjadi juara, harapan saya nanti mahasiswa PPKn bisa mengharumkan nama Civic Hukum dan menjadi juara di agenda Dekan Cup.

Sambutan Ketua HMJ Civicus Periode 2015/2016

 

Selamat datang di website HMJ Civicus (PPKn)  FKIP Universitas Muhamadiyah Malang. Sesuai dengan Visi yang di bangun HMJ Civicus yang  membangun Visi yakni  terwujdnya  HMJ Civicus yang harmonis, displin, dan memiliki tanggung jawab serta menjadikan HMJ sebagai wadah yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, yang di mana Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan ranah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan  tempat aktualiasi  seluruh  mahasiwa jurusan Civic hukum. Di samping itu himpunan mahasiwa jurusan Civic Hukum merupakan lembaga intra di lingkup fakultas  keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhamadiyah malang yang mampu mencetak mahasiswa Civic Hukum  berprestasi yang membawa nama baik Program Studi PPKn (Civic Hukum )  untuk mampu bersaing dengan jurusan di lingkup Universitas Muhamadiyah Malang.

Sabtu, 05 Desember 2015

Lomba Desain Poster

Pentingnya Nilai Budaya dan Karakter Bangsa sebagai Essensi Pendidikan


Bangsa Indonesia saat ini sudah melupakan falsafah negara yaitu pancasila, pengaruh liberal/kapitalisme sudah kuat di negara Indonesia, bahkan di Indonesia sekarang lebih liberal dibandingkan dengan amerika serikat. Untuk itulah muncul wacana Indonesia harus kembali kepada ideologi negara yaitu Pancasila.

Pendidikan karakter yang berasaskan pada nilai budaya dan karakter bangsa sangat diperlukan, karena generasi muda sekarang rasa nasionalismenya berkurang dan cenderung apatis contohnya seperti lebih mencintai produk luar negeri daripada produk dalam negeri.

Satu hal yang perlu dicatat saya cukup prihatin setelah membaca berita tentang siswi SMP di Indonesia yang menghina dan melecehkan gurunya dengan berpose intimidatif yang mengancam, dan hendak memukul. Yang lebih parah siswi ini terlihat puas melakukan hal tersebut dengan ekspresi lepas. Jelas penampakan aksi yang memancing emosi.

Atas fakta itulah jelas pendidikan karakter sangat diperlukan dan disinilah peran serta guru PPkn sangat diperlukan untuk mendidik karakter siswa yang menyimpang tadi agar sesuai dengan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dan pendidikan karakter harus menjadi fokus utama dalam pengembangan pembelajaran PPkn agar mencegah kerusakan moral dan etika generasi muda menjadi lebih parah lagi, apabila generasi muda rusak maka rusaklah bangsa ini kedepan, maka dari itu tugas kita sebagai guru PPkn adalah mencegah hal itu terjadi.