Bangsa Indonesia saat ini sudah melupakan falsafah negara yaitu pancasila. Nilai-nilai pancasila sudah memudar di masyarakat diakibatkan oleh pengaruh liberal/kapitalisme yang sudah kuat dan mengakar di negara Indonesia, bahkan di Indonesia sekarang lebih liberal dibandingkan dengan negara Amerika Serikat. Untuk itulah muncul wacana Indonesia harus kembali kepada ideologi negara yaitu pancasila. Sebagai bukti bahwa nilai-nilai pancasila mulai memudar di kalangan generasi muda adalah kasus tentang siswi SMP di Indonesia yang menghina dan melecehkan gurunya dengan berpose intimidatif yang mengancam, dan hendak memukul. Yang lebih parah siswi ini terlihat puas melakukan hal tersebut dengan ekspresi lepas. Jelas penampakan aksi yang memancing emosi.
Atas fakta itulah jelas pendidikan berasaskan panacasila sangat diperlukan dan disinilah peran serta guru PPkn sangat diperlukan untuk mendidik karakter siswa yang menyimpang tadi agar sesuai dengan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat dan pendidikan karakter yang bersaskan Pancasila harus menjadi fokus utama dalam pengembangan pembelajaran PPKn agar mencegah kerusakan moral dan etika generasi muda menjadi lebih parah lagi. Apabila generasi muda rusak maka rusaklah bangsa ini kedepan, maka dari itu tugas dari guru PPKn adalah mencegah hal itu terjadi. Selain tugas guru PPkn, kita sebagai mahasiswa jurusan PPKn bisa berperan aktif dalam upaya pengembalian Pancasila sebagai ideologi bangsa. Lantas bagaimana seharusnya kita sebagai mahasiswa civic hukum UMM bertindak dan apa peranan kita untuk pengembalian ideologi bangsa?
Pertama-tama adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga nilai-nilai Pancasila tidak luntur oleh pengaruh ideologi lain.
Langkah sederhana yang efektif dalam menjaga pancasila tidak luntur dalam masyarakat adalah dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, di lingkungan kos, kita bisa mengamalkan nilai-nilai pancasila di tempat kos dengan saling membantu teman yang kesusahan atau saling berbagi makanan. Saling membantu satu sama lain merupakan perwujudan dari butir-butir pancasila dari sila kedua yaitu mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Dengan mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa membuat orang lain ataupun teman meniru prilaku kita sehingga mereka ikut mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-harinya, yang nantinya bisa menjaga nilai-nilai Pancasila tetap ada. Hal tersebuat merupakan upaya sederhana untuk mengembalikan eksistensi pancasila sebagai ideologi bangsa.
Kedua adalah bisa memahami dan memaknai pancasila sebagai solusi problem bangsa serta memberi pemahaman mengenai nilai-nilai pancasila melalui kajian diskusi ringan bersama teman dekat baik itu teman kampus, teman organisasi, teman kos dan teman organisasi daerah yang tujuannya untuk mencegah penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Apabila kita bisa memahami dan memakanai pancasila sebagai solusi problem bangsa, saya yakin bisa mencegah aksi terorisme sehingga terorisme tidak akan terjadi di Indonesia. Terorisme di Indonesia terjadi akibat dari pengaruh globalisasi seperti internet yang menyebabkan ideologi-ideologi berbahaya akan mudah masuk kedalam pikiran generasi muda. Maka dari itu, sangat penting bagi generasi muda untuk meningkatkan pemahaman kita mengenaipPancasila.
Seperti yang kita tahu sasaran korban doktrin terorisme adalah generasi muda, kebanyakan para korbannya ini memiliki pengetahuan yang dangkal soal agama dan dia juga tidak bisa memahami dan memaknai butir-butir pancasila. Aksi terorisme jelas-jelas bertentangan dengan butir-butir pancasila sila ke 1 yang isinya mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta serta membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tetapi dikarenakan akibat dari pemahaman mengenai agama serta Pancasila dangkal membuat aksi terorisme rentan terjadi di Indonesia.
Menurut Analisa saya yang menyebabkan ideologi pancasila luntur di indonesia adalah kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai pancasila yang mengakibatkan kebanyakan orang tidak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan etika dan nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. kedua, adalah pengaruh dari globalisasi yang mengakibatkan ideologi lain yang jelas-jelas betentangan dengan pancasila seperti liberalisme masuk dengan mudahnya ke dalam seluk-beluk kehidupan masyarakat, pengaruh dari liberalisme yang paling terlihat adalah prilaku hedonis dan konsumtif yang telah menjadi gaya hidup sebagaian orang di Indonesia. Pengaruh liberalisme lainnya adalah pemilu dengan sistem voting yang jelas-jelas itu bertentangan dengan pancasila sila ke 4 yaitu lebih Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama bukan dengan voting.
Maka dari itu, sebagai mahasiswa civic hukum sudah sewajarnya kita harus berperan aktif dalam pengembalian idiologi bangsa dan ikut melestarikan pancasila agar tidak digantikan dengan ideologi lain yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa indonesia. Selain itu, sebagai warga negara yang baik kita harus bisa memahami dan memakanai pancasila secara benar, meskipun Pancasila dibacakan setiap senin pagi saat upacara tapi kebanyakan orang tidak bisa memahami dan mengaplikasikannya kedalam kehidupan bermasyarakat, apabila pancasila bisa dimplementasikan, maka saya yakin negara Indonesia akan dapat mewujudkan sebuah negara yang menjunjung tinggi rasa keadilan, persatuan dan kesatuan.